Showing posts with label mbolang. Show all posts
Showing posts with label mbolang. Show all posts

Monday, 22 September 2014

pulau sempu dan segara anakan


senja di sendang biru
sabtu 20 september 2014, jam 15.30 sore. saya dan rombongan tiba di pantai sendang biru. tujuan kami adalah marching ke segara anakan dan bermalam disana. segara anakan terletak di sisi barat pulau sempu. pulau sempu sendiri terletak di seberang pantai sendang biru.
sebelum dapat menyeberang ke pulau sempu, terlebih dahulu setiap pengunjung tak terkecuali rombongan saya harus melapor ke pos penjagaan. maklum, pulau sempu adalah cagar alam. untuk memasukinya dibutuhkan ijin dari penjaga pos dan untuk dapat mencapai segara anakan, pengunjung wajib ditemani guide.
saya pikir kebijakan itu berfungsi ganda. selain bagi-bagi rezeki dengan penduduk lokal sebagai guide, kebijakan ini juga berfungsi menjaga agar pengunjung tidak melakukan hal-hal tidak baik selama di perjalanan.
harga sewa perahu untuk penyebrangan sekitar 150ribu rupiah untuk 10 orang penumpang. harga itu sudah termasuk biaya penjemputan.

jam 16.30 kami menyeberang ke pulau sempu. senja pun turun. kami persiapkan lampu. setelah berdoa, perjalanan kami lanjutkan ke segara anakan.
medan yang kami tempuh tidak terlalu berat. jalur didominasi tanah liat kering dan akar pohon. dengan sedikit tanjakan dan turunan. total waktu antara 1-2 jam untuk dapat mencapai segara anakan.

segera kami gelar tenda untuk sholat magrib disambung isya dan lanjut istirahat. gelapnya malam menutupi indahnya segara anakan. sebagian besar dari kami segera pulas tertidur. sementara sebagian kecil masih terjaga dan menghabiskan jatah tilawah Qur'annya masing-masing.

jam 3 pagi kami bangun untuk qiyamulllail yang disambung dengan sholat subuh. fajar menampakkan diri, indahnya segara anakan mulai terlihat. segara anakan adalah semacam laguna kecil berisi air laut yang terjebak. walaupun tergenang namun airnya jernih. pengunjung dapat bermain air disini tanpa takut terseret ganasnya ombak laut selatan.

jam 10 pagi kami berkemas, sudah waktunya pulang. perjalanan pulang relatif lebih mudah karena kondisi pencahayaan yang terang.




untuk pembaca yang ingin menikmati jelajah alam kelas ringan maka pulau sempu termasuk recomended. waktu tempuhnya relatif singkat. ditambah akses kesana lumayan mudah.
disarankan untuk pergi dengan rombongan besar maksimal 10 orang untuk menghemat biaya sewa perahu penyeberangan dan jasa guide. jangan lupa untuk membawa stok air yang cukup.

selamat berlibur.

Thursday, 7 March 2013

manjat ranukumbolo (part 2)

mumpung mood blogging lagi ada, saya lanjutkan post sebelumnya.


24 Desember 2012
± 09.00 WIB
Pras, Vivit, Ragil dan Stev melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru, sementara saya, Nian, Mbak Ita dan Mas Dwikun memilih untuk tinggal di ranukumbolo. beberapa pertimbangan yang membuat saya memilih untuk tidak muncak ke Mahameru selain karena badan yang terlalu pegal, juga mantel hujan yang robek parah dan berpotensi membuat saya kedinginan. 
perjalanan berangkat dari ranukumbolo ke puncak mahameru memakan waktu sehari semalam, dengan rute normal sbb :

  • Ranu Kumbolo
  • Oro-oro Ombo 
  • Cemoro Kandang 
  • Kalimati 
  • Arcapodo 
  • Puncak Mahameru (3.676 mdpl).

Tuesday, 5 March 2013

manjat ranukumbolo (part 1)


angle dan frame dari foto diatas benar-benar sangat umum, beberapa pendaki mungkin langsung mengenalinya.
ya.. itu Ranukumbolo, cekungan berisi air (danau) di kaki gunung semeru. berikut koordinatnya -8.051278,112.917255 (http://bit.ly/rnkmbl).
Ranukumbolo masuk dalam lingkungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
berikut ini catatan perjalanan saya menuju tempat itu :D

Tuesday, 5 June 2012

everyday is holiday @ jogja

sepertinya, ungkapan judul diatas benar benar sesuai buat jogja. kota itu menyimpan berjuta kenangan dari setiap manusia yang mengunjunginya *lebay dikit boleh lah*.
tanggal 17 mei sampai 20 mei bulan kemaren saya ikut merasakan hawa liburan di jogja yang ramah dan......lengket euyy..*hampir setiap kali keluar penginapan, badan saya langsung lengket kena keringat*...hihihihihihihi

ceritanya, beberapa minggu sebelumnya telah direncanakan sebuah event oleh teman-teman pecinta lensa manual. lokasi yang terpilih adalah Yogyakarta. sayapun mulai menyiapkan jadwal dan menghitung hari *elaaaaah kyk lagu*..maksudnya sih biar tau ada berapa hari yang harus saya ambil cuti demi mengikuti acara itu.
dan tentu saja ada agenda rahasia yang terselip diantara liburan itu, kopdar dengan siapapun MP-ers jogja yang sempat dihubungi (padahal yang dihubungi cuman seorang doank sih *towel2 Ve*)
setelah tanggalan diintip, maka tahulah saya bahwa antara tanggal 17-20 mei adalah hari cuti bersama. sudah pasti pemesanan tiket kereta akan susah. saya dan Mas Joko (beliau adalah partner perjalanan kali ini : selanjutnya disingkat MJ) bergantian memesan tiket KA ekonomi untuk berangkat dan pulang ke jogja.

malam tanggal 16 mei, tas carrier kesayangan mulai diisi dengan :
  • stok pakaian selama 4 hari lengkap dengan kolor tidur kesayangan (kalo gak pake kolor-kolor ini dijamin bakal susah tidurnya) ;
  • peralatan bebersih ;
  • ransel kesayangan yang berisi sarung, print peta dari googlemaps, Nikong, dan 9 roll film yang udah dipilihin ;
  • tripod (apa jadinya motret malem tanpa flash atau tripod, pasti shake semua) ;
oke, perlengkapan sudah disiapin dan seorang LM-ers (sebutan untuk member Lensamanual.net) bernama asli Gumilang sudah saya hubungi. dia menyanggupi untuk memesankan penginapan murmer untuk kami selama di jogja.
kamis pagi saya dan MJ sudah duduk dengan nyaman di atas bangku ekonomi KA Pasundan. sedikit fakta soal MJ yang diceritakannya dalam perjalanan selama hampir 7 jam ini adalah :
  • MJ pernah berkuliah sampai lulus sambil membagi waktu dengan berjualan. dia tidak jadi kuliah S2 dan memilih untuk menikah, sementara biaya S2 yang ditabungnya akhirnya digunakan untuk membiayai S1 istrinya hingga lulus *cihy banget deh MJ* :D ;
  • pada jaman mahasiswa, MJ hobi banget manjat gunung. hampir setiap libur tengah semester atau libur semester selalu diisi dengan acara manjat gunung ;
  • MJ baru belajar bermain kamera beberapa bulan ini setelah mendapat warisan sepaket kamera analog bekas kena banjir dari ayah mertuanya  *ngakak* ;
jam 13.30 kereta sampai di stasiun Lempuyangan. diujung pintu kereta, gadis-gadis belia terlihat berebutan naik, sepertinya mereka akan mudik kearah barat yogyakarta. salah satu diantara mereka (imut dan cantik dengan jilbab modisnya) menanyakan nomer gerbong kepada saya, yang langsung saya benarkan...
"aahhh andai saja tujuan saya ke bandung..mungkin kita akan satu kereta nduk" *ngomong dalam hati doank*..hihihihihi
ups...stop ngayalnya....waktunya dhuhuran. saya dan MJ bergantian sholat dhuhur sambil menjaga barang bawaan kami.

usai sholat dhuhur laparpun melanda, sementara tempat penginapan kami berada di dekat balaikota yang berjarak kurang lebih 2,6 Km dari Stasiun Lempuyangan. MJ mengajak berjalan kaki mengingat tidak ada TransJogja yang melewati jalur kami ke arah penginapan. dengan berbekal peta cetak hitam-putih dari google (beneran gak berani pake gugelmaps yang di HP karena takut keabisan baterai dan gak bisa ngontak Mas Gumilang), kamipun melalui rute sbb :
  1. jl. Lempuyangan : kearah timur melewati flyover lalu ke jl Kompol Bambang Suprapto;
  2. jl. Kompol Bambang Suprapto : lurus kearah timur, beperapa puluh meter berjalan, kami menemukan tempat makan siang kami, Tahu telor khas Blora. makanan yang cukup familiar dengan lidah saya. tahu digoreng dengan telur kocok lalu dipotong potong bersama lontong, disiram dengan bumbu encer bercampur kuah acar yang berasa asam gurih dan ditaburi kacang goreng (taburan kacang goreng ini yang membuat rasanya lebih mantep). perjalanan dilanjutkan, kami masih harus berjalan kaki hingga perempatan lampu merah-kuning-hijau (disebut semua euy) dan berbelok kanan ke  jl. Ipda Tut Harsono / Jl Timoho ;
  3. jl. Ipda Tut Harsono / Jl Timoho : saya bingung, di google maps jalan ini dinamai jl . Ipda Tut Harsono namun di sana jalan ini dinamai  Jl. Timoho. lurus ke arah selatan hingga perempatan lagi maka kami sudah sampai di depan balaikota, penginapan kami adalah Wisma BKKBN yang berada di arah timur balaikota, tepatnya di Jl. Kenari ;
berjalan sejauh hampir 3 Km selama 1 jam sambil membawa tas carrier memang bener-bener melelahkan. alhamdulillah siang itu kami terbantu dengan cuaca jogja yang berawan, jadi terik matahari siang tidak terlalu menguras tenaga kami. sampai di penginapan, kami langsung diantarkan menuju kamar kami, lumayan juga, dengan harga per kepala per malam Rp. 60.000,- kami sudah mendapatkan kamar dengan AC dan saluran TV mancanegara.

sudah hampir sore dan kami selesai bebersih. rencana selanjutnya adalah ke malioboro. ada agenda dadakan yang semestinya batal dilakukan, namun dengan izin Alloh SWT, agenda itu tiba-tiba bisa dilaksanakeun sodara sodara... *ngekek*
dan agenda itu adalah...kopdar dengan Vera...uhuyyy..ehemmm..uhukkk...
saya siap dengan tripod dan ransel mini yang berisi Nikong, beberapa rol film dan sarung, sementara MJ hanya membawa DSLR kesayangannya. dan kamipun kembali berjalan kearah malioboro (sejauh 3 Km lagi). bener bener bekpeker ngirit.
sampai di malioboro, adzan berkumandang dari masjid kantor gubernur, saya dan MJ memutuskan untuk magriban disana, sementara Vera masih terjebak diatas transjogja. 
usai sholat magrib, ternyata ada dzikir bersama (tahlilan) rutin. kamipun tertahan, dan mengikuti tahlilan sampai selesai..daaaann..jengjreeeeng..dapet bonus nasi kotak masing-masing untuk saya dan MJ *lumayan, jatah makan malem*
okehh...Vera udah nyampe dan selesai sholat di mesjid dekat BIC (sampai sekarang pun saya enggak tau dimana BIC berada). gathering pointnya ditentukan di depan gubernuran. kami bertiga pun bertemu. 
Momen yang pas, liburan panjang membuat Jl Malioboro jadi lautan manusia, kami bertiga akhirnya mencari tempat yang nyaman untuk sekedar ngomong ngalor-ngidul. pilihanpun jatuh pada Cafe Raminten, tempatnya ada di lantai 2 Mirota Batik. 
Vera yang jadi penunjuk jalan, sementara saya dan MJ mengekor sambil kebingungan nyari jalan. dengan susah payah menembus kerumunan pengunjung Mirota Batik, kami sampai di dalam Cafe Raminten, suasananya lumayan nyaman dengan pencahayaan yang romantis..uhuyy...
tapiiiii....MJ menangkap pemandangan yang aneh. di ujung tempat duduk atas ada segerombolan laki-laki yang berpakaian ketat dan berdandan seperti wanita...olalaaaa..kami salah momen...sepertinya malam itu waktunya manusia-manusia "dual-mode" berkumpul disana. cepet-cepet kami bertiga kabur dari situ. dan dengan kebingungan, kami masih mencari tempat lain.
kami bertiga berjalan kearah selatan hingga akhirnya menyerah di perempatan diseberang Monumen 1 Maret, sambil menunggu jam 8 (Vera harus pulang pada jam itu) kamipun nyepot disana, Mj mulai mengambil beberapa gambar, dan saya mulai membongkar tripod.
berikut ini sebagian kecil hasil jepretan malam itu.






lelaki dalam foto diatas adalah MJ :D

hasil jepretan lengkapnya ada di album ini.
nb : 2 gambar berisi foto Vera tidak dipublikasikan karena tidak mendapat ijin dari ybs. :D

waktu menunjukkan pukul 19.30, waktunya Vera balik ke alamnya kosannya :D
sementara saya dan MJ harus balik ke penginapan, hari ini saya dan MJ sudah berjalan hampir 6 Km, gak mungkin kalau harus berjalan lagi ke Wisma BKKBN. kami bertiga memilih naik Transjogja dari halte di depan Vredeburg (yaiyalaaah..halte yang lain jaraknya jauuuh banget). kamipun mendapat arahan dari Mbak penunggu halte, saya dan MJ  dapat jatah naik duluan dan kami berpisah dengan Vera disini diiringi dengan lagu indonesia raya...*halah, opoooo iki* :))
kali pertama naik Transjogja, dengan pedenya saya berdiri tanpa berpegangan. belum beberapa meter bis berjalan, saya sudah sempoyongan. goyangan bis macem gini bisa bikin ibu hamil langsung melahirkan di tempat, dan bisa bikin cowok ganteng dan gagah jadi terlihat culun. daripada keculunan saya terulang, maka saya lebih memilih berpegangan pada gantungan yang tersedia, tentu saja hal ini tetap saya lakukan dengan tetap membayangkan resiko penumpang lain akan pingsan teracuni bau ketiak penuh keringat dari seorang lelaki ganteng yang telah berjalan kaki sejauh 3 Km lebih sejak sore. 

oke bek tu topik, sesuai arahan Mbak penunggu halte tadi, kami turun di halte jl. Kusumanegara. disinilah awal kekonyolan terjadi.
harusnya kami turun di halte jl kusumanegara yang ke-2, bukan halte yang ini. . apa  mau dikata, kami akhirnya jalan lagi sekitar 1 Km, melewati jl. Cendana dan kembali ke arah jl. Kenari. bener-bener malam yg melelahkan.
sampai di penginapan. kami maka jatah nasi dari tahlilan di Masjid Gubernuran tadi.
dan tidak menunggu lama. rasa lelah bercampur kantuk telah sukses mengantarkan kami tidur.

18 Mei, masih pagi dan masih di jogja (walaupun semalem udah mimpi jauh-jauh ke jepang cuman buat nongkrong ngopi doang). suasana di penginapan jadi lebih ramai karena rombongan LM-ers dari bandung (Mang Ujang, Mang Hadiana dan 3 orang yang lain) baru tiba tengah malam ketika saya dan MJ ngorok berjamaah.
pagi itu Mang Ujang (disingkat MU) sudah rapi duluan, dia dan rombongannya lalu berangkat nyetrit di sekitaran malioboro. sementara saya dan MJ masih malas-malasan, bekas perjuangan jalan 6 Km semalam ternyata masih membekas (membekas capek dan menagih jam tidur yang lebih panjang).
usai mandi (mandinya sendiri-sendiri loh), saya dan MJ menyusul rombongan MU ke Malioboro. belajar dari pengalaman malam sebelumnya, kami langsung menuju halte terdekat yang berada di blok sebelah belakang penginapan kami. disana kami menemukan rombongan MU sudah selesai sarapan di warung sekitaran halte.
MU curhat soal sarapan paginya :
"tau gak sih, tadi kami sarapan kupat tahu, bumbunya kyk kuah, enceeeer banget, udah gitu asem...gak kyk kupat tahu di bandung sana"...
mendengar curhat itu, saya cuman nyengir, karena siang hari sebelumnya, saya dan MJ kekenyangan makan makanan seperti itu...dannn...enak kok...
mungkin lidah bandungnya MU masih perlu beradaptasi dengan lidah jogja.
gak lama kami menunggu, bis Transjogja yang goyangannya seheboh wahana tornado pun datang. kami menumpang hingga halte Taman Pintar. turun dari halte, kami langsung memainkan kamera masing masing. 
numpang narsis dikit, pake kamera pinjeman (foto nyulik punya Mang Hadiana dari sini)


MU dan rombongannya asik mengabadikan gedung BI dan kantor pos, sementara saya dan MJ yang masih kelaparan langsung menyerbu lapak soto kaki lima di depan gedung BI.
review sarapan kami  :
Soto Jogja
  • lokasi : parkiran depan gedung BI, Jogja
  • harga : Rp. 5000 / porsi
  • rasa : uenaaaaaakkk (mungkin karena kombinasi rasa lapar dan penasaran)
  • penyajian :  mangkuk soto disajikan dengan ditumpuk 2 lapis, tujuannya agak penikmat soto tidak kerepotan mengatasi panasnya mangkuk pertama.

kenyang menikmati soto pagi, saya dan MJ lanjut memotret kantor pos hingga ke Vredeburg (MJ dan rombongannya udah duluan).




nah ini patung yang sudah jadi inceran semalam :D


aahh lupa nge-crop frame item itu
nb: foto-foto vredeburg yang lain ada disini yah

1 jam ngubek-ubek Vredeburg, kami berpindah ke Mirota Batik, masih sama dengan malam sebelumnya, tempat ini ramai. saya yang dari awal ngincer canting dan perlengkapan membatik hanya bisa membeli beberapa biji canting dan sebongkah lilin cokelat dengan bonus tanya jawab dengan boso kromo alus dengan simbok pembatik disana. 
berikut suasana di dalam Mirota Batik (foto nyomot dari sini)


karena hari itu adalah Jum'at, maka tidak menunggu adzan, setelah nyetok beberapa kotak Bakpia, saya dan MJ balik ke penginapan dan priper untuk sholat Jum'at di masjid Balaikota.
usai sholat Jum'at, dengan masih bersarung, kami langsung ke warung simbah di depan penginapan. berikut reviewnya :
Warung Mbah (lupa namanya)
rasa : superrrrrrrr ;
harga : per porsi Rp. 5.000,-an ditambah lauk Rp. 2.000,- dan keripik tempe Rp. 500,- per lembar ;
penyajian : standar.

suhu jogja benar-benar panas ketika siang. siang itu kami memilih berisitirahat siang di penginapan sambil menyusun rencana motret sore ke Prambanan.
rencana tinggallah rencana, kami bablas tidur hingga jam 4.30, sudah terlalu sore untuk naik bis ke arah Prambanan.

18 Mei, setelah magrib.
rombongan MU sudah berpindah ke penginapan yang lebih dekat dengan lokasi acara Ultah LM.net, rombongan dari LM-jatim datang mengisi kamar kosong yang ditinggalkan MU dan rombongannya. agenda malam itu adalah mengisi perut gerombolan LM-Jatim termasuk saya dan MJ. setelah muter-muter ke arah UIN, Gejayan dst. kamipun memilih untuk makan nasi gudeg di sekitaran Tugu. 
yaaayyy..motret tugu yang saya inginkan bener-bener terwujud. setelah menemukan warung gudeg langganan Mas Iwan (salah satu pentolan LM-Jatim), saya segera meminjam tripod dan bersiap memotret Tugu.
untung tak dapat ditolak, malangpun demikian *eh*...datang segerombolan ABeGe memenuhi tugu dan.....merusak pemandangan...hiiiih *mecucu*
mereka pada narsis berlama lama disana, sementara saya di pojokan barat tugu dengan manyun menunggui mereka pergi dari spot itu. seorang teman memberikan ide pada saya untuk me-motion-blur-kan saja mereka, dan sayapun mengikuti saran itu. berikut ini hasilnya :




kesampaian juga hasrat memotret tugu (walaupun hasilnya underexposed)...hihihihihi.
usai menyantap seporsi nasi gudeg, kami kembali ke penginapan untuk istirahat malam dan menyiapkan diri untuk acara inti besok pagi.

19 Mei, Pagi
pukul 07.30 kami sudah standby di luar kompleks Makam Kota Gede, pembagian kaos disusul pembagian kelompok untuk nyetrit di dalam Kompleks Makam dan perkampungan Kotagede pun dimulai. berikut beberapa jepretan saya.



pintu masuknya nih


nah ini tembok dibelakang pintu masuk (ndak tau namanya)


menara Jam (under exposed)


masuk dikit ke kediaman abdi dalem (atau juru kunci mungkin)


nah ini Gapuranya



eh ada tulisannya


beralih ke perkampungan warga yang suempiiiiiiiit tapi bersiiiiiiiiiih
pssst...sisa foto yang lain ada di album Kotagede yak  :D
sayang banget 1 roll berisi jepretan perkampungan ini gagal terdevelop. jadi...saya pinjemin poto teman2 LM deh buat visualisasi :D
nah poto dibawah ini jepretan Kang Iwa yang di post dimarih (punten Kang Iwa, nyomot gak bilang-bilang) :







hampir 1 jam blusukan masuk gang-gang sempit, sampailah saya di Omah UGM, berikut penampakannya (tetep nyulik dari poto punya sodara-sodara LM karena roll saya gagal) :

yang ini dari mas Ngatemo :





nah yang ini model paling laris di Omah UGM

dijepret oleh Mas yang punya profile disini.

mari kita lihat wajah modelnya dengan lebih dekat.....

(dijepret oleh Mang Hadiana).
selesai rangkaian acara pagi, kami dipersilahkan kembali ke penginapan masing-masing untuk leyeh-leyeh sambil nungguin penutupan. namun beberapa orang termasuk saya dan MJ memilih untuk menghabiskan roll film kami ke Tamansari. 
berikut ini beberapa jepretan nikong :


pintu masuknya


lorongnya bikin sesek...jangan-jangan saya claustrophobia yak


tangga naik ke "ruang oval"


andai punya lensa yang lebih lebar lagi..*ngayal*


salah satu jendelanya

sekeluar dari lorong-lorong itu, si Niko tiba-tiba macet, dan memerlukan usaha ekstra keras untuk mengeluarkan roll yang sudah terekspose dari tubuhnya. dengan kondisi darurat semacam ini (kamera cuman sebiji, macet pula). maka mulailah cara darurat dilakukan :
- keluarkan sarung dari tas ;
- masukin Niko kedalam tas ;
- tutupin lubang tas pake sarung ;
- bongkar body Niko di dalam "darkroom" dadakan ;

yess...roll yg habis udah sukses dikeluarkan, roll fresh dimasukin dan, Niko pun menjepret kembali.










hidran euy...*geje*...

btw, album lengkap edisi Tamansari ada disini yah :D

hampir magrib ketika kami keluar dari tamansari. salah satu teman harus segera pulang ke Surabaya. dan saya dan seorang teman yang lain kebagian tugas mengantar ke bandara...
degggg *langsung kebingungan*.....
baru 3 hari kenalan dengan Jogja udah harus jadi Navigator. alhamdulillah Mas Iwan, memberikan petunjuk ke arah Bandara Adi Sucipto.
berbekal petunjuk arah dari Mas Iwan dan gugelmaps serta signal GPS si Samsul (hape saya) yang matek-urip kami bertiga berangkat (mengingat waktu keberangkatan pesawat kurang dari 1 jam).
beberapa menit perjalanan lancar melewati Jl. Timoho hingga ujung di pertigaan UIN, kami berbelok ke kiri menuju arah Bandara. 
waktu keberangkatan tinggal 45 menit dan macet menjebak kami hingga sampai di bandara menyisakan 15 menit waktu menjelang keberangkatan.
*ngelus dada bareng-bareng deh*....
malam hari setelah isya, acara penutupan digelar di Wisma Martha. hidangan malam itu adalah 2 gerobak angkringan nasi kucing dan lauk-pauknya.
nyamnyam deeeeh...*ngabisin nasi kucing + kopi jahe*
acara ditutup dengan bonus sesi motret model bareng....*langsung hilang mood*
alhamdulillah kali ini modelnya berpakaian adat jawa dan lebih tertutup *tetep gak mau motret, karena Niko udah terlanjur dimasukin bengkel*

20 Mei, pagi. saya dan MJ bangun pagi-pagi dan nyari sarapan. 
btw, sarapan kali ini hampir mirip dengan soto jogja depan BI yang uenaak itu. cuman lebih kumplit penyajiannya dengan kecambah mini, dan kripik tempe.
review :
soto jogja (lagi) :
rasa : lidah emang gak pernah bohong, walaupun sederhana, Soto BI tetep paling enyaaak. untuk menutupi rasa hambar dari soto pagi itu saya mengucurkan air perasan jeruk dengan agak banyak (taktik menambah nafsu makan).
penyajian : cantik banget, soto kaki lima tapi lengkap banget dengan kripik tempe.
harga : Rp. 5000,- standar harga makanan.

jam 7 tepat kami diantar ke stasiun lempuyangan untuk pulang ke Mojokerto. alhamdulillah gak berjalan kaki lagi sejauh 3 Km..hihihihihihi.

------------------------ END -----------------------

credit goes to :
  • Vera, tengkiyuuu udah maksain ketemu walaupun batuk dna sepertinya demam kyk gitu ;
  • Mas-mas lensamanual.net, maap yah, gak ngijin dulu fotonya udah saya pakai di postingan ini ;
  • Mbak Penjual Tahu Telor Blora, enaaaakk banget ;
  • Pakde penjual soto di depan BI, aseli masakanmu uenaaak Pakde ;
  • panlok Lensamanual regional Jogja beserta punggawa Kamera Analog Jogja yang udah menggelar event dengan sukses.

Monday, 4 June 2012

Thursday, 23 February 2012

mbolang bener-bener mbolang

jum'at malem (20 Januari 2012) sehari sebelom liburan Imlek :
trrrrrr.....*telepon masuk dari Pras*
saya : "assalamualaikum..."
Pras : "waalaikumsalam, Mas Muha ...bla..bla bla..tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit..." (disensor karena dialognya panjang dan berdarah-darah).
kesimpulannya malam itu datang ajakan untuk mbolang selama 3 hari kedepan ke Jawa Tengah, ya..yang ini mbolang beneran, enggak ada embel-embel urusan kerjaan atau apa. tujuannya murni untuk memuaskan hasrat memotret kami.
setelah mengurus perijinan (baca: minta ijin gak masuk jaga malem di warnet) dan tanya sana-sini sama Vera yang lumayan tahu Jogja dan pernah ke semarang maka malam itu juga saya siapkan segala keperluan :
5 roll film warna ;
5 roll film B/W ;
Ica ;
Nikong ;
ransel kesayangan saya ;
Tas carrier berisi perlengkapan mbolang kumplit :D

dan mbolang pun dimulai......

Sabtu 21 Januari 2012 (20.00 WIB)
kami berangkat malam hari, saya dijemput oleh Pras bareng 3 orang lainnya (Alfin, Ragil dan adeknya alfin). ternyata sampai keberangkatan kami pun tujuan masih belum ditentukan... (bener-bener nekat).
malam itu sambil berkendara ke arah Jawa Tengah, kami menyusun rencana akan singgah dimana saja nantinya.tujuan pun ditetapkan kami akan ke Magetan dulu lalu ke arah jawa tengah (tetep aja tujuannya belom ditentukan) :))

kami terus berkendara, target kami harus sampai di magetan pagi-pagi agar tidak keduluan matahari terbit. sampai di jalur Nganjuk-Madiun yang sebelah kiri-kanannya masih berwujud hutan tanpa penerangan cerita aneh pun mulai mengalir dari Pras, dan Ragil.

cerita aneh versi Pras :
dulu waktu camping di ranu kumbolo, tiba-tiba dari arah luar tenda ada cahaya api yang  terang benderang dan ketika diintip diluar tenda ternyata sepi, tidak ada sumber cahaya atu tanda-tanda pernah ada bekas pembakaran.

cerita aneh versi Ragil :
dulu ketika Ragil masih tinggal di desa (masih balita), dirumah Kakeknya sedang ada gawe (acara), dan saat itu sudah larut malam, Ragil kecil masih belum tidur dan asik bermain di beranda rumah diantara sanak saudaranya yang tidur bergelimpangan. di dekat jendela ragil melihat sosok lain berbungkus kain putih belepotan darah yang ikut merebahkan diri di situ.
saat menceritakan kisah serem itu ragil menyebut sosok itu dengan nama "guling berdarah".
Ragil kecil masih belum mengenal takut, dia diam dan cuman melihat ke arah "guling berdarah" sampai akhirnya kakeknya keluar dari dalam rumah dan mengetahui ada mahluk halus ("guling berdarah") yang mengganggu cucunya.
"ojo ganggu putuku..." (jangan ganggu cucuku)
kakek Ragil memerintahkan mahluk itu untuk pergi.
mahluk itupun pergi, namun agar tidak diganggu mahluk halus lagi maka kakek Ragil melakukan ritual kepada Ragil. malam itu juga Ragil dikunci diluar rumah sendirian setelah dibacakan mantra oleh kakeknya, tujuannya agar Ragil tidak lagi diganggu dan tidak lagi melihat mahluk halus.

setelah cerita dari Ragil tiba tiba Pras menghentikan obrolan kami dia mengingatkan kepada kami untuk hati-hati dan menyadarkan kami kalau kami masih ada di tengah hutan
"stop...jangan ngomongin yang aneh-aneh dulu"
"nyadar nggak, tadi kita serombongan beriringan dengan banyak mobil, sekarang lihat sekeliling kita..mobil kita sendirian"...

degg......tiba-tiba keadaan jadi serem beneran...

dan mobil kami pun benar-benar sendirian sampai kami memasuki kota madiun.
waktu masih menunjukkan pukul 11.00, Magetan masih 2 jam perjalanan lagi, kami berhenti sebentar di sekitar stasiun Madiun, bagasi dibongkar dan, motretpun dimulai  :D
cuman 1 frame saja yang berhasil saya ambil di stasiun Madiun.



puas motret lowlight sampai jam 1 malam, kami melanjutkan perjalanan ke Magetan.
sampai di Magetan masih Jam 3 pagi, belum juga subuh, mobil kami diparkir di dekat Masjid Agung dan kami menyempatkan tidur hingga adzan subuh membangunkan kami.
kami sholat subuh di Masjid Agung.
ada insiden kecil disini, sambil bergantian wudhu kami duduk di beranda masjid. Ta'mir Masjid membangunkan orang-orang yang masih tidur disitu hingga giliran salah satu pemuda tambun yang tidak bisa dibangunkan hingga Ta'mir pun menyerah. segera setelah Ta'mir berlalu, teman pemuda tambun itu membangunkannya dan mengajaknya pergi ....uapaaaaa...pergi tanpa sholat subuh??
setelah mereka pergi, kami berlima baru sadar bahwa pemuda tambun dan temannya itu hanya pemabuk yang numpang tidur di beranda masjid saja, Alfin yang menemukan bekas muntahan mereka di beranda berinisiatif membersihkannya.
deuuhh hari gini numpang teler di Masjid....bener-bener edan.

usai sholat subuh, mobil kami dipacu kearah Sarangan, hingga kami tiba di lokasi yang agak tinggi dan memiliki view yang lumayan, kamipun berhenti untuk memotret beberapa frame.



setelah puas membakar emulsi perak di gulungan film-film kami, mobil diarahkan menuju Telaga Sarangan. eits... tidak untuk motret, kami cuman numpang ke toilet saja disana. bener-bener mbolang yang aneh, diluar pakem berwisata yang biasanya hanya mengunjungi tempat wisata, kami cuman menikmati setiap pemandangan dan momen indah yang bisa kami potret saja.

perjalanan dilanjutkan ke arah tawangmangu, lagi-lagi kami tidak ke tempat Wisatanya (Air Terjun tawangmangu) kami berhenti di Pasar Wisatanya untuk memotret beberapa frame disana  :D

ini loh terminal tawangmangu






bapak dan anak-anaknya ini sedang menunggu antrian cukur rambut di belakangnya
(duuh, sudutnya kurang bagus, mestinya tukang cukurnya keliatan juga)


ibu yang satu ini (mungkin) buruh gendong di pasar Tawangmangu, dan yang dibelakang itu
Ragil :D


nyegat pengunjung di tangga masuk pasar, motret pake gaya dada..ceklik....


hanya 1 jam kami singgah di pasar wisata yang beseberangan dengan Terminal ini, segera setelah itu kami berangkat menuju wonogiri melewati jalur alternatif naik-turun perbukitan Kabupaten Karanganyar. selanjutnya biarkan foto yang bicara  :D



mahluk inilah yang bernama
Pras :D


macro seadanya dulu dehh




cemplungin kaki dulu deh biar adem


yang ini malah nekat nyemplung beneran


sungai berbatu macem ini nih yang bikin betah disana


yang diatas itu satu spot pemberhentian lohh...
lanjut ke spot kedua..hihihihihihii

aahhh pemandangan macem gini nih yang jarang ada






gubug ini tidak jelas berfungsi untuk apa, namun pesonanya bener bener menyita saya *halah*...bagian dalamnya kotor banget euy..


selanjutnya spot ketiga...mereka yang mengenyangkan perut-perut manusia di sekitarnya






aaargh yang ini over expossure


nah yang ini tempat penyulingan cengkeh




nge-macro tawon liar juga deh, nekat dikit, tersengat juga gapapalah..


nahhh yang ini adeknya
Alfin


yeppp...sehabis dari sini langsung deh meluncur ke Bendungan Sebaguna Wonogiri atau yang lebih dikenal dengan Waduk Gajah Mungkur



ohnoooo fokusnya memble :(




sampai disini rombongan kami kelelahan, kami berlima akhirnya ngemper ke warung es degan di sekitar situ. usai menghabiskan segelas es
Pras, Ragil, Alfin dan adiknya numpang tidur disitu sementara saya lebih memilih melek. maklum saja kamera mereka semua tergeletak dengan seenaknya diatas meja. kalo dibiarin gak ada yang jaga bisa dipastikan bakalan raib senjata-senjata mahal itu.. :)).
satu jam setelah beristirahat,
Pras memutuskan untuk langsung pulang saja. perjalana diarahkan ke ponorogo ke rumah saudara Alfin, kami akan singgah untuk beristirahat disana

berikut ini foto-foto di tengah perjalanan ke arah ponorogo, hamparan sawah-sawah itu menggoda kami untuk berhenti mengabadikan mereka di sisa frame-frame kami.

sungai karang (saya menyebutnya begitu) macem ini yang jarang ada di tempat asal saya




yang mancing di sungai


yang asik njepret jalanan


semanggi di pinggir jalan


jengjreeeeeng..maap OOT dikit tadi..nah yang ini baru sawah..






selesai motretin sawah orang, kami lanjutkan perjalanan ke ponorogo.
sampai di Masjid Agung Ponorogo udah masuk waktu ashar, kami jamak ta'khir sholat dhuhur kami dan dilanjutkan sholat ashar.
selesai sholat, kami mencari makanan pengisi perut, maklum, dari siang di Wonogiri sampai sesore itu kami hanya makan makanan kecil nan ringan macem roti dan keripik walaupun dalam jumlah banyak.
pilihan kali ini jatuh ke mie ayam dan bakso yang ada di sebelah utara Masjid. kombinasi rasa lapar yang sudah menggila dan porsinya mie ayam yang lumayan gede sukses membuat kami kekenyangan.
walaupun tentu saja rasanya enggak karuan, plus dagingnya ayamnya bercampur tulang.
aahh sudahlah.....lupakan Mie Ayam...dia sudah masuk ke perutmu...lanjut ke alun-alun jalan-jalan santai menurunkan isi perut sekaligus nyari obyek bening di kedai esjus kaki-lima.

belum puas nyari obyek bening tiba-tiba langit menghitam dan memuntahkan air yang lumayan deras, kami segera berlari ke arah Masjid dan memilih melanjutkan perjalanan ke rumah kerabat
Alfin.
 
adzan magrib berkumandang ketika kami sampai di rumah kerabat
Alfin. kami beristirahat di situ hingga tengah malam saja karena Pras harus segera sampai surabaya esok paginya. tengah malam itu juga kami melaju melalui jalanan Ponorogo-Surabaya. terhitung 3-4 jam saja kami sampai di Mojokerto. dan sampailah saya dirumah

-selesaaaaiiiii-
nb: foto-foto lengkapnya ada di sini :
http://mupengml.multiply.com/photos/album/60/